WAGUB SUMSEL: ICMI SUMSEL JANGAN BUAT MASALAH

Posted: 14 Desember 2012 in ICMI News

halal_bi_halal_ICMI_-_feny_1MERUPAKAN hal biasa terjadi perbedaan dan bersilang pendapat di kalangan intelektual. Tapi perbedaan di kalangan ICMI jangan lantas menimbulkan masalah baru sehingga berujung pada perpecahan ummat Islam. ICMI harus berperan mencerdaskan dan menjadi pemersatu ummat Islam.
Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel Eddy Yusup SH., mengharapkan hal itu ketika membuka acara Halal Bil Halal, Seminar dan Silakwil II ICMI Orwil Sumsel di Hotel Jayakarta Daira, bulan September lalu. Tampak hadir Ketua ICMI Pusat, Nanat Fatah Nasir, mantan ketua DPRD Sumsel, Drs. Zamzami Ahmad dan Ketua ICMI Orwil Sumsel Ridwan Mukti SE serta para wakil Orda dan Orsat ICMI se-Sumsel.
Harapan Wagub dilatar-belakangi kecenderungan intelektual berpecah belah manakala berbeda pendapat. Memunculkan kelompok-kelompok yang saling berseteru satu dengan yang lainnya sehingga melahirkan permasalahan baru yang bisa merugikan masyarakat dan pemerintahan.
ICMI Sumsel, lanjutnya, berperan mencerdaskan dan menjadi pemersatu ummat Islam. Perbedaan dan bersilang pendapat jangan sampai menimbulkan masalah baru. Karenanya dengan mengaplikasikan ilmunya maka para intelektual yang berkumpul dalam wadah ICMI bisa memberi manfaat kepada ummat Islam.
Sejalan dengan harapan Wagub, Ketua ICMI Orwil Sumsel Ridwan Mukti SE., menegaskan posisi ICMI sebagai mitra dari pemerintah. ICMI tidak berjalan sendiri tapi lebih mengedepankan kebersamaan dalam pembangunan. Berusaha mewujudkan tujuan-tujuan positif.
Dengan demikian ICMI menjauhkan diri dari hiruk pikuk perpolitikan yang diwarnai perbedaan pendapat dan kecenderungan berpecah belah. “ICMI Sumsel sepakat tidak akan ikut campur dalam hiruk pikuk perpolitikan. ICMI justru memantapkan diri jadi in body (bagian) pemerintah,” tandas Ridwan Mukti.
Penegasan itu diperkuat Ketua ICMI Pusat Nanat Fatah Nasir. “Meski tidak ikut campur perpolitikan, ICMI harus tetap menjadi organisasi yang kritis,” katanya.
Dijelaskannya, ICMI harus tetap memberikan kritikan-kritikan terhadap persoalan-persoalan yang berkembang saat ini, namun jangan mudah berpuas diri dengan kemajuan yang sudah terjadi.
Ke depan, lanjutnya, peran ICMI harus memberikan peran kritik yang positif dalam pembangunan bangsa Indonesia. “Saat ini masih banyak kelemahan diberbagai bidang yakni bidang politik, hukum, ekonomi dan pendidikan. Seperti penegakkan hukum yang dinilai kurang berjalan dengan maksimal, namun lebih bersifat diskriminatif, karena masyarakat berharap penegakan hukum harus dilakukan secara adil sesusai harapan masyarakat,” lanjutnya lagi.
Di bagian lainnya, Nanat Fatah Natsir mengajak mengajak seluruh anggota ICMI untuk memajukan bangsa, meningkatkan Iptek, memperluas ilmu pengetahuan, mengembangkan kewirausahaan syariah, mengembangkan ahlakul karimah dan menciptakan pemerintahan yang bersih.
Khusus untuk ICMI Sumsel, Nanat mengingatkan tiga hal yang harus lebih diperhatikan yaitu pendidikan, kesehatan dan ekonomi. “Apabila ketiga point ini telah dilakukan, saya yakin penduduk propinsi ini akan lebih baik,” tandasnya.(dd/molzania)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s